Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Hukum menerbitkan majalah yang di dalamnya ada gambar wanita yang membuka wajah

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa hukum menerbitkan majalah yang
menampakkan gambar perempuan dalam keadaan terbuka wajahnya dengan cara
yang merangsang (vulgar / seronok), dan hanya mementingkan berita tentang
bintang film. Apa hukumnya bekerja di majalah ini atau membantu memasarkannya
dan hukum membelinya.?

Jawaban
Tidak boleh menerbitkan majalah yang menampakkan gambar-gambar perempuan
yang mengundang pada perbuatan zina, kekejian, homoseks, minum-minuman
keras dan sebagainya, yang mengajak kepada kebatilan dan membantu
penerbitannya.

Tidak boleh pula bekerja pada majalah semacam ini, tidak boleh menulis makalah
atau memasarkannya, karena perbuatan itu termasuk tolong menolong dalam
dosa dan pelanggaran serta menyebabkan kerusakan di muka bumi, serta upaya
merusak masyarakat dan menyebarkan kehinaan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
berfirman (yang artinya) : “ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam…

Keutamaan puasa Asyura dibarengi hari lainnya

Sebuah hadits Abu Qatadah Radiyyallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah
Sallallahu alaihi Sallam bersabda : "Aku berdo’a pada Allah bahwa puasa pada hari
Asyura dapat menebus dosa tahun yang lalu." Riwayat Imam Muslim,
Al-Jami'-Us-Sahih II/2602.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyura, maka beliau
menjawab: "Ia menghapuskan dosa tahun yang lalu." (HR. Muslim (1162), Ahmad
5/296, 297).

Ibnu Abbas menyatakan : "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain
hari ini (Asyura') dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya:
Ramadhan)." (HR. al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Puasa yang paling utama setelah
Ramadhan adalah bulan Allah yang bernama Muharram. (HR. Muslim,1163).
Juga, "Abu Hurairah Radiyallahu Anhu meriwayatkan Rasulullah Sallallahu alaihi wa

Apa hukum KB

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Azin bin Baz ditanya : Apa hukum KB ?

Jawaban:
"Ini adalah permasalahan yang muncul sekarang, dan banyak pertanyaan muncul berkaitan
dengan hal ini. Permasalahan ini telah dipelajari oleh Haiah Kibaril Ulama (Lembaga di Saudi
Arabia yang beranggotakan para ulama) di dalam sebuah pertemuan yang telah lewat dan
telah ditetapkan keputusan yang ringkasnya adalah tidak boleh mengkonsumsi pil-pil untuk
mencegah kehamilan.

Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab untuk
mendapatkan keuturunan dan memperbanyak jumlah umat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Artinya : Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku
berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kiamat (dalam
riwayat yang lain : dengan para nabi di hari kiamat)". [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu
Daud 1/320, Nasa'i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162 (lihat takhrijnya dalam
A…

Hukum Sihir Dan Perdukunan

Bagian 1:

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata :
Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga
dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu
'alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya.
Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya
sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau
perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang
awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan
mereka.

Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan
kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar
bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada
selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah
Allah dan RasulNya.

Dengan memohon pertolongan Allah Ta'ala saya katakan bahwa berobat
dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit
hendaklah berusaha mendatangi dokt…

Hukum Seputar Hewan Qurban

Pertanyaan :
Cacat apakah yang ada pada hewan yang dapat menghalangi menjadi hewan
qurban ?

Jawab :
Yang tidak shah dijadikan hewan qurban adalah yang buta sebelah mata, yang buta,
yang sakit, yang sangat kurus, yang pincang, yang patah tanduknya dan yang
terpotong telinganya.

Pertanyaan :
Bolehkah mengucapkan niat misalnya jika saya ingin menyembelih hewan qurban
untuk orang tua saya yang telah meninggal, lalu saya mengucapkan : Ya Allah,
qurban ini untuk orang tua saya si fulan, atau saya melakukan hajat saya tanpa
mengucapkan niat dan cukup.?

Jawab :
Niat tempatnya di hati, dan cukup dengan apa yang diniatkan dalam hati, dan tidak
mengucapkannya dan dia harus mengucapkan Bismillah dan Allahu Akbar ketika
akan menyembelih, berdasarkan riwayat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berqurban dengan dua domba, dia sembelih
keduanya dengan tangan beliau sendiri, membaca Bismillah dan Allahu Akbar. (HR.
Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nas…

Hukum sekitar menyembelih hewan kurban

A. Menyembelih kurban harus lillahi ta'ala

Firman Allah Ta’ala (artinya): ”Katakanlah: Sesungguhnya shalatku,
penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Penguasa
semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; demikian itulah yang diperintahkan kepadaku
dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (kepada-Nya).” (Al-An’am:
162-163)

“Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban (untuk-Nya).”
(Al-Kautsar: 2)

Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
menuturkan kepadaku empat kalimat: "Allah melaknat orang yang menyembelih
binatang dengan berniat bukan Lillah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua
orang tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi seorang pelaku kejahatan,
Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah.” (H.R. Muslim)

Thariq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang
masuk neraka karena seek…

Hukum merayakan ulang tahun

Merayakan Hari Lahir dan Ulang Tahun

Tanya : Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang
tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam
Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan,
dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari
kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa - atau sering disebut hari '
Ied Arafah - untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal
ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai
hari Iedhul ‘Adhaa.

Perihal hari lahir orang-orang atau anak-anak atau hari ultah perkawinan
dan semacamnya, semua ini tidak disyariatkan dalam (Islam) dan
merupakan bid’ah yang sesat. (Syaikh Muhammad Salih Al ' Utsaimin)

Sumber :
Al-Bid'u wal-Muhdatsaat wa maa laa Asla Lahu- Halaman 224; Fataawa
fadhilatusy-Syaikh Muhammad As-Saalih Al-'Utsaimin- Jilid 2, Halaman
302.

Sponsor link: Jaket baseball murah

Bagaimana hukumnya mempelajari filsafat

Gambar
Tanya: Bagaimana hukumnya mempelajari filsafat, mantiq atau wacana (teori)
yang didalamnya berisi olok-olok terhadap ayat-ayat Allah, apakah boleh duduk
bersama mereka?

Jawab: Jika ia seorang yang berilmu, yakin terhadap diri sendiri dan tidak ada
kekhawatiran akan terkena fitnah dalam hal agamanya baik melalui bacaan atau
pun dialog dengan mereka, kemudian ia berniat untuk membantah atau meluruskan
yang batil, menegakkan yang hak, maka boleh untuk mempelajarinya. Namun jika
tidak demikian, maka tidak boleh mempelajarinya, tidak boleh bergaul bersama
mereka sebagai suatu bentuk sikap menjauhi kebatilan dan pelakunya serta
menjaga diri dari fitnah.

Tanya: Bolehkah menggunakan ayat-ayat al-Qur'an untuk membuat perumpamaan
sesuatu. Seperti mengumpamakan (rokok, red) dengan ayat, "yang tidak
mengemukakan dan tidak pula menghilangkan lapar.”(QS. 88:7) Atau berkata
(tentang tanah) dengan ayat," Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan
kepadanya, Kami akan mengembalikan…

Tuntunan Ulama' Salaf dalam menyikapi hari raya non muslim

Bagian 4:

Kemudian Hari Raya (Ied) bisa menjadi nama untuk tempat perayaan, waktu
perayaan, atau pertemuan pada perayaan tersebut. Ketiganya memunculkan
beberapa bentuk bid'ah. Adapun yang berkaitan dengan waktu, ada tiga macam.
Terkadang di dalamnya juga tercakup sebagian bentuk tempat dan aktivitas
perayaan.

Pertama: Hari yang secara asal memang tidak dimuliakan oleh syariat, tidak pernah
pula disebut-sebut oleh para ulama As-Salaf. Tidak ada hal yang terjadi yang
menyebabkan hari itu dimuliakan.

Yang kedua: Hari di mana terjadi satu peristiwa sebagaimana terjadi pada hari yang
lain, tanpa ada konsekuensi menjadikannya sebagai musim tertentu, para ulama
As-Salaf juga tidak pernah memuliakan hari tersebut.

Maka orang yang memuliakan hari itu, telah menyerupai umat Nashrani yang
menjadikan hari-hari terjadinya beberapa peristiwa terhadap Nabi Isa sebagai Hari
Raya. Bisa juga mereka menyerupai orang-orang Yahudi. Sesungguhnya Hari Raya
itu adalah syariat yang ditetapkan oleh Allah …

Hukum mempelajari bahasa Inggris

Gambar
Tanya :
Mempelajari bahasa inggris itu hukumnya halal atau haram?

Jawab :
Kalau ada kebutuhan duniawi atau dibutuhkan oleh agama untuk mempelajari
bahasa inggris atau bahasa-bahasa asing lainnya, boleh-boleh saja mempelajarinya.
Tetapi kalau tidak ada keperluan, dilarang mempelajarinya.
(Fataawa al-Lajnah ad-Daaimah lil-Buhuts al-'Ilmiyyah Wal-Iftaa, Lembaga tetap
pengkajian ilmiah dan riset fatwa Saudi Arabia Jilid XII hal 133)

Tanya :
Apa perbedaan antara menjadikan orang-orang kafir sebagai wali, dengan tolong
menolong dengan mereka?

Jawab:
Berwali atau mengambil mereka sebagai penolong artinya untuk saling tolong dan
saling bantu dalam urusan-urusan kekafiran mereka. Misalnya menolong
orang-orang kafir itu memerangi kaum muslimin. Misalnya orang-orang kafir itu
memerangi satu negeri Islam. Lalu sebagian kaum muslimin menolong dan
membantu mereka untuk memerangi negara tersebut, baik itu dengan senjata atau
hal lain yang dapat membantu memerangi kaum muslimin. Itu termasuk
menjadi…

Dalil-dalil dan hukum mencukur jenggot/lihyah bagi laki-laki

Gambar
Bagian 2:

"Dari Abi Hurairah : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Cukurlah
kumis kamu dan peliharalah jenggot kamu". HR Muslim.
"Dari Abi Hurairah berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Peliharalah jenggot kamu dan cukurlah kumis kamu, janganlah kamu meniru
(menyerupai) Yahudi dan Nasrani". HR Ahmad.

"Dari Ibn Abbas berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Janganlah kamu meniru (menyerupai) Ajam (orang asing dan kafir), maka
peliharalah jenggot kamu". HR al Bazzar.

Jumhur ulama (ulama tafsir, hadits dan fiqah) menegaskan bahwa perintah yang
terdapat pada hadits-hadits (tentang jenggot) adalah menunjukkan perintah yang
wajib bukan sunnah karena ia menggunakan lafaz atau kalimah ( رمالا ةغيص ) : "nada
(gaya) perintah" yang tegas, jelas (dan diulang-ulang). Lihat : ( صوصنلا ريسفت ) Adib
Saleh. Jld. 2 : 241.

Larangan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam agar orang-orang yang
beriman tidak m…

Hukum I'tikaf

Gambar
Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum I'tikaf

Pertanyaan:
Apakah hukum I`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa
merupakan syarat untuk syahnya I`tikaf? Kemudian amalan apa saja kah yang baik
dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan
kapan keluar dari sana ?

Jawaban:
I`tikaf hukumnya Sunnah bagi laki-laki dan wanita sebagaimana telah
datang dari Rasululullah Shalallahu 'alaihi wassalam, bahwasanya beliau dulu
beri`tikaf di bulan Ramadhan. Kemudian pada akhirnya, i`tikaf beliau tetapkan pada
sepuluh hari terakhir. Para istri-istri beliau juga beri`tikaf bersama beliau Shalallahu
'alaihi wassalam, dan juga setelah beliau wafat.

Tempat beri`tikaf adalah mesjid-mesjid yang didirikan shalat berjamaah padanya.
Apabila waktu i`tikafnya diselingi oleh hari Jumat, maka yang lebih utama adalah
beri`tikaf di mesjid yang mengadakan shalat Jumat, jika itu memungkinkan. Tidak
ada waktu-waktu tertentu bagi i`tikaf dalam pend…

Hukum bersahabat dengan orang kafir

Gambar
Tanya:
Kepada Syaikh yang saya hormati. Pertanyaan saya adalah: kalau dimisalkan boleh
kaum muslimin bersahabat dengan orang-orang non muslim. Karena masalahnya
saya tinggal di negeri yang tidak banyak kaum musliminnya. Sementara
teman-teman saya dari kalangan non muslimin baik-baik. Hanya saja mereka
banyak melakukan kemusyrikan. Kalau saya memutus hubungan persahabatan
dengan mereka, bagaimana mereka akan dapat mengenal kebenaran dan memeluk
ajaran Islam? Namun di sisi lain, kalau mereka tetap saja tidak memperhatikan
hidayah Islam, apakah hubungan persahabatan kami boleh tetap berlangsung?

Jawab:
Al-Hamdulillah. Allah melarang kaum mukminin untuk menjadikan orang-orang
Yahudi dan orang-orang kafir lainnya sebagai wali, baik dalam arti orang yang
dicintai, dijadikan saudara, penolong, atau dijadikan sebagai sahabat karib, kalau
mereka orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Allah berfirman:

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari
akhira…