Dalil-dalil dan hukum mencukur jenggot/lihyah bagi laki-laki

Bagian 2:

"Dari Abi Hurairah : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Cukurlah
kumis kamu dan peliharalah jenggot kamu". HR Muslim.
"Dari Abi Hurairah berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Peliharalah jenggot kamu dan cukurlah kumis kamu, janganlah kamu meniru
(menyerupai) Yahudi dan Nasrani". HR Ahmad.

"Dari Ibn Abbas berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Janganlah kamu meniru (menyerupai) Ajam (orang asing dan kafir), maka
peliharalah jenggot kamu". HR al Bazzar.

Jumhur ulama (ulama tafsir, hadits dan fiqah) menegaskan bahwa perintah yang
terdapat pada hadits-hadits (tentang jenggot) adalah menunjukkan perintah yang
wajib bukan sunnah karena ia menggunakan lafaz atau kalimah ( رمالا ةغيص ) : "nada
(gaya) perintah" yang tegas, jelas (dan diulang-ulang). Lihat : ( صوصنلا ريسفت ) Adib
Saleh. Jld. 2 : 241.

Larangan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam agar orang-orang yang
beriman tidak mencukur jenggot mereka dan tidak menyerupai Yahudi, Nasrani
atau Majusi telah dilahirkan oleh Rasulullah melalui sabdanya dengan beberapa gaya
bahasa dan ungkapan yang jelas, terang dan tegas. Sebagaimana hadits-hadits
sahih di bawah ini:

"Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah jenggot kamu".
HR al-Bukhari dan Muslim.

"Tinggalkan cara mereka (jangan meniru orang-orang musyrik) peliharalah jenggot
kamu dan cukurlah kumis kamu". HR al-Bazzar.

"Tinggalkan cara Majusi (jangan meniru Majusi)". HR Muslim.
"Dan janganlah kamu sekalian menyerupai Yahudi dan Nasrani". HR Ahmad.
"Janganlah kamu sekalian menyerupai orang-orang yang bukan Islam, peliharalah
jenggot kamu". HR al-Bazzar.

Hadits-hadits di atas amat jelas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassalam telah mewajibkan kepada setiap orang-orang yang beriman agar
memelihara jenggot mereka kemudian memotong atau menipiskan kumis mereka.
Di samping itu mengharamkan mereka dari meniru perbuatan orang-orang kafir,
sama ada golongan Yahudi, Nasrani, Majusi, munafik atau orang fasiq yang
mengingkari perintah dan melanggar larangan yang terdapat di dalam hadits-hadits
sahih tentang jenggot dan penyerupaan sebagaimana kenyataan dari hadits-hadits
sahih di atas tadi.

Begitu juga jika diteliti beberapa hadits di atas, maka antara ketegasan hadits
tersebut ialah melarang orang-orang beriman dari meniru (menyerupai) perbuatan,
amalan atau tingkah laku golongan Yahudi, Nasrani, Majusi dan semua orang-orang
kafir, yaitu peniruan yang dilakukan dengan cara memotong (mencukur) jenggot
dan kemudian memelihara pula kumis. Amat jelas dalam setiap hadits di atas
perintah atau perintah dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam agar
orang-orang yang beriman memelihara jenggot mereka kemudian memotong atau
menipiskan kumis mereka. Antara tujuan perintah tersebut ialah supaya
orang-orang yang beriman tidak menyerupai golongan orang-orang kafir tidak kira
apa jenis kekafiran mereka. Nabi telah memberi peringatan melalui hadits-hadits
sahihnya kepada siapa yang melanggar dan mengabaikan perintah syara termasuk
memelihara jenggot.

Hadits dari Ibn Umar yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tabrani yang
telah dikemukakan di atas, perlu dijiwai dan diresapi di hati setiap mukmin agar
sentiasa menjadi panduan dan perisai untuk memantapkan pegangan (istiqamah)
dalam memelihara hukum berjenggot. Hadits yang dimaksudkan ialah:
"Dari Ibn Umar Radiyallahu ‘anhuberkata : Barangsiapa yang menyerupai satu satu
kaum, maka dia telah tergolong (agama) kaum itu". HR Ahmad, Abu Daud dan at
Tabrani. Menurut keterangan al-Hafiz al-Iraqi dalam ( ءايحالا جيرخت ) bahwa sanad hadits
ini sahih.

Kesahihan hadits di atas dapat memberi keyakinan dan penerangan bahwa barang
siapa yang meniru atau menjadikan orang-orang jahiliah sama ada dari kalangan
Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagai contoh dan mengenepikan amalan yang telah
ditetapkan oleh agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassalam, maka peniru tersebut akan tetap menjadi golongan kafir yang
ditiru selagi tidak bertaubat malah akan terus bersama mereka sampai di akhirat.
Kesahihan ini dapat diperkuat dan dipastikan lagi dengan hadits sahih di bawah ini:
"Tiga jenis manusia yang dibenci oleh Allah (antara mereka) ialah penganut Islam
yang masih memilih (meniru) perbuatan jahiliah". HR al-Bukhari.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, Nabi Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassalam telah bersabda: "Barangsiapa yang meniru (menyerupai) seperti
mereka (orang-orang bukan Islam) sehingga ia mati, maka ia telah termasuk
dalam golongan (mereka sehingga ke akhirat)". Memelihara jenggot adalah fitrah
Islamiyah yang diamalkan oleh semua nabi-nabi, rasul-rasul ‘alaihissalam, para
sahabat dan orang-orang yang sholih. Pengertian fitrah Islamiyah boleh difahami
dari apa yang telah dijelaskan oleh Imam as Suyuti di dalam kitabnya: "Sebaik-baik
pengertian tentang fitrah boleh dikatakan bahwa ia adalah perbuatan mulia dipilih
dan dilakukan oleh para nabi-nabi dan dipersetujui oleh syara sehingga menjadi
seperti satu kemestian ke atasnya".

Sponsor link:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits ke-68 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

MEMPERSEMPIT PERBEDAAN ANTAR GOLONGAN