Hukum merayakan ulang tahun

Merayakan Hari Lahir dan Ulang Tahun

Tanya : Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang
tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam
Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan,
dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari
kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa - atau sering disebut hari '
Ied Arafah - untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal
ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai
hari Iedhul ‘Adhaa.

Perihal hari lahir orang-orang atau anak-anak atau hari ultah perkawinan
dan semacamnya, semua ini tidak disyariatkan dalam (Islam) dan
merupakan bid’ah yang sesat. (Syaikh Muhammad Salih Al ' Utsaimin)

Sumber :
Al-Bid'u wal-Muhdatsaat wa maa laa Asla Lahu- Halaman 224; Fataawa
fadhilatusy-Syaikh Muhammad As-Saalih Al-'Utsaimin- Jilid 2, Halaman
302.

Sponsor link:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalil-dalil dan hukum mencukur jenggot/lihyah bagi laki-laki

Hadits ke-68 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

MEMPERSEMPIT PERBEDAAN ANTAR GOLONGAN