Hukum Seputar Hewan Qurban

Pertanyaan :
Cacat apakah yang ada pada hewan yang dapat menghalangi menjadi hewan
qurban ?

Jawab :
Yang tidak shah dijadikan hewan qurban adalah yang buta sebelah mata, yang buta,
yang sakit, yang sangat kurus, yang pincang, yang patah tanduknya dan yang
terpotong telinganya.

Pertanyaan :
Bolehkah mengucapkan niat misalnya jika saya ingin menyembelih hewan qurban
untuk orang tua saya yang telah meninggal, lalu saya mengucapkan : Ya Allah,
qurban ini untuk orang tua saya si fulan, atau saya melakukan hajat saya tanpa
mengucapkan niat dan cukup.?

Jawab :
Niat tempatnya di hati, dan cukup dengan apa yang diniatkan dalam hati, dan tidak
mengucapkannya dan dia harus mengucapkan Bismillah dan Allahu Akbar ketika
akan menyembelih, berdasarkan riwayat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berqurban dengan dua domba, dia sembelih
keduanya dengan tangan beliau sendiri, membaca Bismillah dan Allahu Akbar. (HR.
Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'I dan Ibnu Majah).
Dan tidak ada larangan, jika dia (yang berqurban ketika menyembelih)
mengucapkan : Ya Allah, qurban ini untuk orangtuaku, dan ini adalah bukan
termasuk mengucapkan niat.

Pertanyaan : Telah terjadi diskusi sekitar masalah qurban, sebagian mengatakan
bahwa wasiat atas orang mati agar berqurban
( menyembelih hewan qurban yang pahala untuk yang mati) adalah tidak
disyari'atkan, karena para sahabat radhiyallahu 'anhum dan Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam tidak pernah berwasiat untuk itu, begitu juga para khulafa'ur Rasyidin. Dan
para peserta diskusi juga berpendapat bahwa bersedekah dengan harga hewan
qurban lebih utama dari
menyembelihnya ?

Jawab :
Menyembelih hewan qurban adalah sunnah muakkadah menurut pendapat
kebanyakan ulama, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah berqurban
dan menganjurkan ummatnya untuk berqurban, dan qurban
diperintahkan pada waktunya bagi orang yang masih hidup untuk dirinya dan
keluarganya.

Adapun berqurban untuk orang yang telah meninggal, maka jika orang tersebut
telah berwasiat dari sepertiga hartanya yang ditinggalkan, atau dia berwasiat dari
sebagian hartanya yang telah dia wakafkan, maka wajiblah bagi orang yang
diserahkan wakaf atau wasiat itu untuk melaksanakannya, jika ia
tidak berwasiat dan tidak menjadikan pada wakafnya, dan ada seseorang yang
hendak berqurban untuk bapaknya atau ibunya atau untuk selain keduanya maka
hal itu adalah baik, dan ini termasuk bersedekah untuk orang yang sudah mati dan
sedekah untuk orang yang sudah mati adalah disyari'atkan menurut perkataan
ahlus sunnah waljama'ah.

Adapun bersedekah dengan harga hewan qurban dengan dasar bahwa yang
sedemikian adalah lebih utama dari menyembelihnya, maka jika berqurban tersebut
tertulis dalam wasiatnya atau wakafnya, maka tidak boleh
bersedekah dengan harganya, adapun jika hal itu bersifat tathawwu' ( sedekah )
dari orang lain untuknya, maka hal itu luas ( boleh dengan harga dan boleh dengan
hewan qurban, pent ) dan adapun berqurban
untuk seorang muslim dan keluarganya yang masih hidup maka hal itu adalah
sunnah mu'akkadah bagi orang yang mampu, dan menyembelihnya lebih utama
dari membayar harganya, karena mencontoh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Sponsor link:


Share on Google Plus

About Berita Islam

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar