Hukum Sihir Dan Perdukunan

Bagian 1:

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata :
Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga
dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu
'alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya.
Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya
sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau
perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang
awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan
mereka.

Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan
kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar
bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada
selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah
Allah dan RasulNya.

Dengan memohon pertolongan Allah Ta'ala saya katakan bahwa berobat
dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit
hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam,
pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit
yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang
dibolehkan oleh syara', sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran.
Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak
bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam. Karena
Allah Ta'ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya.
Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum
diketahui. Akan tetapi Allah Ta'ala tidak menjadikan penyembuhannya dari
sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.

Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi
dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk
mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula
mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena
sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya
didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin
untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa
yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah
melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan dalam berbagai
haditsnya sebagai berikut :
"Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab 'Shahih Muslim', bahwasanya
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Barangsiapa
mendatangi 'arraaf' (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima
shalatnya selama empat puluh hari."

"Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,
beliau bersabda:'Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan
membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa
yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR.
Abu Daud).

"Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan lafazh: 'Barangsiapa
mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia
katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam."

"Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: 'Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Bukan termasuk golongan kami
yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial
berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau
yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan
barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan,
maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam."(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad
jayyid).

Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan larangan mendatangi
peramal, dukun dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka
tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai atau membenarkan apa
yang mereka katakan, dan ancaman bagi mereka yang melakukannya.

Sponsor link:


Share on Google Plus

About Berita Islam

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar