SEJARAH AWAL MARIA DAN ISA

Hubungan Yusuf dengan Maria
 
Dari semuanya, ternyata terpilihlah Yusuf, seorang tukang kayu tua, yang ketika kejadian tersebut berlangsung tiba-tiba diatas kepalanya hinggap seekor burung merpati dan ini dianggap oleh para imam sebagai tanda dari Tuhan. Mulanya Yusuf ragu dan menolak, sebab dia telah memiliki beberapa anak dan usianyapun sudah tidak lagi muda, tapi karena dipaksa oleh para Imam, maka Yusuf akhirnya mau menerima Maria bersamanya.
 
Tetapi Yusuf menolak, sambil berkata: Aku sudah mempunyai anak-anak, dan aku adalah seorang pria tua, sementara dia (Maria) adalah seorang gadis yang muda. Aku adalah khawatir kalau-kalau aku menjadi tertawaan dikalangan bangsa Israel. Lalu Imam itu berkata kepada Yusuf : Takutlah hanya kepada Tuhanmu, dan ingatlah apa yang sudah dilakukan Tuhan kepada Dathan, dan Abiram, serta Korah; bagaimana bumi dibuka, dan mereka ditelan oleh karena keingkaran mereka. Karena itu sekarang takutlah kamu, wahai Yusuf, agar tidak hal yang sama terjadi didalam keluargamu. Dan Yusufpun takut, dan bersedia mengambil dia (Maria) ke dalam pemeliharaan nya. Dan Yusuf berkata kepada Maria: Lihat, aku sudah menerima kamu dari Rumah Tuhan; dan sekarang aku meninggalkan kamu di dalam rumahku, dan pergi menjauh untuk membangun kediamanku (sendiri), dan aku akan datang menjengukmu. Semoga Tuhan akan melindungi kamu.Protoevangelium Yakobus ayat 9
 
Yusuf memang membawa Maria kerumahnya, tetapi ia meninggalkan Maria sendirian disana, Yusuf sendiri sebagai seorang tukang kayu (atau mungkin juga seperti yang dikatakan oleh Tabor[13], bahwa kata tekton[14] yang sering dinisbatkan kepada nama Yusuf sebenarnya berarti tukang bangunan dan bukan tukang kayu) pergi untuk membuat sebuah rumah lain yang akan didiaminya terpisah dengan Maria, ia juga menyerahkan Maria langsung kebawah perlindungan Tuhan. Disini kita menemukan sebuah fakta, bahwa sesuai yang pernah dikatakannya sebelum itu tentang statusnya terhadap Maria, pada akhirnya Yusuf memang tidak pernah menjadikan Maria yang masih sangat muda itu sebagai istrinya. Yusuf sangat menghormati Maria yang telah dinazarkan untuk mengabdi kepada Tuhan sejak kecil, ia berusaha menjaga jarak dengan tinggal ditempat yang berbeda agar tidak timbul fitnah atas diri mereka berdua. Dari ayat ke-17 nantinya kita akan mengetahui bahwa sebenarnya Yusuf mengajak serta juga putera-puteranya dari istrinya yang lalu untuk pindah dari tempat mereka tersebut yang akan ditempati oleh Maria sendirian.

Dirumah lama Yusuf itu, Maria didatangi oleh malaikat Jibril yang menyampaikan berita dari Tuhan mengenai akan lahirnya seorang anak dari rahimnya yang bernama Isa al-Masih sebab dia akan menyalamatkan umatnya dari perbuatan dosa. Maria yang gundah, pergi kerumah keluarganya, Elizabeth yang tidak lain istri dari Imam besar, Zakaria. Disana ia menceritakan hal tersebut kepada Zakaria. Ternyata Zakaria juga membenarkan apa yang disampaikan Maria tersebut.

Imam itu berkata : "Maria, Tuhan telah membesarkan namamu dan engkau akan diberkati dari semua keturunan yang akan ada didunia ini."Protoevangelium Yakobus ayat 12
 
Selanjutnya Maria tinggal tiga bulan lamanya dirumah Zakaria dan istrinya Elizabeth. Cerita yang hampir sama dipaparkan juga oleh salah satu Injil resmi gereja, yaitu Injil Lukas pada pasal 1 ayat 39 dan 40 serta disambung ayat ke-56.

Hari demi hari, perut Maria semakin membesar, ia sudah hamil sebagaimana halnya perempuan lain yang sudah menikah hamil, dan itu membuatnya takut dan memutuskan untuk kembali kerumah Yusuf, dijalan ia menghindari perjumpaan dengan orang-orang Israel. Waktu itu usia Maria enam belas tahun. Manakala kehamilannya sudah mencapai usia yang keenam bulan, Yusuf datang dari rumahnya yang lain itu dan dia mendapati kenyataan bahwa Maria telah hamil besar dan ini membuat Yusuf merasa bersalah kepada dirinya sendiri.
 
Yusuf berkata : "Dimana mukaku ini akan kuletakkan dihadapan Tuhanku ? Aku telah menerimanya sebagai seorang perawan dari rumah Tuhan tetapi aku tidak mengawasi perkembangannya. Siapa kiranya orang yang telah melakukan perbuatan setan itu dirumahku dan menodai keperawanannya ?"Protoevangelium Yakobus ayat 13
 
Tidak puas dengan itu saja, diayat yang sama diceritakan Yusuf kemudian menanyai Maria, katanya "Engkau sudah diserahkan penjagaannya kepada Tuhan, bagaimana bisa sampai engkau melupakan Tuhanmu ? kenapa engkau merendahkan dirimu yang merupakan turunan orang-orang suci dan mendapatkan kehormatan menerima makanan dari malaikat " ‚ Maria menjawab sambil mengusap air matanya ‚ Aku tidak bersalah, aku tidak mengenal laki-laki manapun, aku tidak tahu kapan tepatnya kandungan ini bermula."
 
Yusuf lalu berpikir keras, antara merahasiakan kehamilan Maria atau menyingkapkannya sebagai sebuah aib kepada masyarakat Israel. Sampai akhirnya Yusuf memutuskan untuk mengasingkan Maria dari rumahnya secara rahasia, tetapi keputusan itu dibatalkan setelah malamnya Yusuf bermimpi bertemu dengan malaikat dan memberi tahunya bahwa Maria hamil atas kehendak Tuhan dan dia sedang mengandung seorang bayi yang suci yang kelak akan menyelamatkan umatnya dari dosa-dosa, dan bayi itu akan dinamakan Isa al-Masih.
 
Tetapi akhirnya rahasia kehamilan Maria terungkap juga kepublik setelah Yusuf dan Maria didatangi oleh seorang ahli Taurat bernama Annas dan kemudian menyebarkan berita dusta bahwa Yusuflah orang yang telah menodai Maria dan kemudian menikahinya secara diam-diam. Inilah yang tampaknya diketahui oleh Lukas ketika ia menulis Injilnya :
 
Ketika Yesus memulai pekerjaannya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf.Injil Lukas pasal 3 ayat 23

Disaat yang bersamaan, Kaisar Augustus[15] memerintahkan sensus penduduk diwilayah kekuasaan Romawi, dan sebagai seorang warga negara yang baik, maka Yusuf bermaksud untuk mengikutkan anak-anak kandungnya kedalam sensus tersebut dan itu artinya ia harus berangkat ke Betlehem, tetapi Yusuf bingung ketika dia harus dihadapkan kepada status Maria yang sedang hamil itu. Bagaimana dia akan menjawab pertanyaan orang-orang Israel yang ditemuinya ? Haruskah Yusuf mengakui sebagai istrinya ? tetapi mengingat perbedaan usia mereka, Yusuf menjadi malu, lalu apakah Yusuf harus mengakui Maria sebagai puterinya ? Lagi-lagi Yusuf membatin bahwa semua orang Israel tahu bahwa Maria bukan salah satu anaknya. Sehingga kemudian, Yusuf akhirnya dengan tekad bulat membawa Maria untuk mengikuti sensus ditanah Betlehem apapun yang terjadi nantinya.

Dan ada perintah dari Kaisar Augustus, bahwa semua penduduk yang ada di Bethlehem harus didaftarkan. Dan Yusuf berkata: Aku akan mendaftarkan anak-anakku, tetapi apa yang harus aku lakukan atas gadis ini (Maria) ? Haruskah aku pun mendaftarkannya? Sebagai istrikukah ? Jelas aku malu. Apakah sebagai putriku? Tetapi semua orang Israel mengetahui bahwa dia bukanlah putriku. Biarlah Tuhan sendiri yang akan membawanya melewati masalah ini. Lalu ia memasang pelana keledai, dan mendudukkannya (Maria) diata keledai itu; dan menyuruh putranya memimpinnya, sementara Yusuf mengiringinya.Protoevangelium Yakobus ayat 17.

Demikianlah sejarah Maria atau Maryam berikut hubungannya dengan Yusuf seperti yang terdapat didalam Protoevangelium Yakobus, menarik mengingat cerita ini banyak memiliki perbedaan dengan cerita yang disampaikan oleh Injil Matius dan Injil Lukas sebagai Injil resmi gereja, terutama dalam kaitannya dengan status Yusuf terhadap Maria yang oleh Injil-Injil resmi tersebut disebutkan sebagai sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan akan segera menikah tetapi kemudian Yusuf mendapati pasangannya itu sudah hamil dari Roh Kudus Tuhan.

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. – Perjanjian Baru : Injil Lukas 1:26-27
 
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam[16]. – Perjanjian Baru : Injil Matius 1:18-19

Meski demikian, uniknya cerita tentang Yusuf yang disebut-sebut sebagai tunangan ataupun suami dari Maria ini, seluruh naskah Injil Kanonik[17] dalam cerita-cerita berikutnya seolah menghilang begitu saja dari kehidupan Maria dan puteranya, Isa al-Masih[18]. Al-Kitab kedepannya lebih banyak bercerita tentang ibu, saudara-saudaranya maupun para murid beliau tanpa satupun dikait-kaitkan lagi dengan nama Yusuf. Hal ini kiranya wajar untuk menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi kita, kemanakah Yusuf ? Apakah beliau meninggal tidak lama setelah membawa Isa dan ibunya ke Yerusalem guna menghadiri paskah sebagaimana ditulis dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 42 ? ataukah Yusuf dan Maria kemudiannya bercerai sehingga cerita tentangnya menjadi tidak layak lagi untuk diangkat ? Entahlah, semuanya penuh misteri. Akan tetapi jika kita mengadakan perbandingan antara cerita yang terdapat didalam Protoevangelium Yakobus sebelumnya dengan cerita-cerita seputar hubungan Maria dengan Yusuf yang ada didalam al-kitab, maka harus diakui bahwa cerita versi Protoevangelium Yakobus jauh lebih lengkap dan mendekati kebenaran cerita yang disampaikan oleh al-Qur’an.

Disana kita mendapat penjelasan mengenai bagaimana sejarah awal pertemuan Yusuf dan Maria hingga diisukan telah terjadinya pertunangan antara mereka berdua, dimana status Maria sebagai seorang gadis muda yang sempat menjadi pelayan Tuhan dan berada dibawah bimbingan seorang Imam yang saleh, dengan Yusuf, seorang tukang kayu tua yang sudah memiliki beberapa anak dari pernikahan sebelumnya.

Al-kitab ada menyebutkan frase saudara-saudara dari Isa, misalnya : "Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibunya dan saudara-saudaranya berdiri di luar dan berusaha menemui dia" (Injil Matius pasal 12 ayat 46) atau  "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? dan bukankah saudara-saudaranya yang perempuan ada bersama kita?" (Injil Markus pasal 6 ayat 3) dan sejumlah ayat lainnya didalam al-kitab, tetapi lagi-lagi al-kitab juga gagal menjelaskan bagaimana status kesaudaraan Isa dengan orang-orang yang disebut sebagai saudara-saudaranya itu.

Gereja sendiri memiliki beberapa tradisi yang saling tidak sepakat akan hal tersebut, dimana diantaranya ada yang menganggap istilah saudara Isa dalam al-kitab benar-benar merupakan saudara dalam arti yang sesungguhnya (saudara biologis), yaitu anak-anak yang lahir kemudian dari hasil pernikahan Maria dan Yusuf[19], ada pula yang berpendapat bahwa mereka merupakan saudara angkat Isa melalui pernikahan Yusuf sebelumnya adapula pihak yang dalam hal ini seperti gereja Katholik, gereja timur dan gereja ortodoks sendiri berpendapat bahwa frase ‚saudara Isa. bukanlah benar-benar dalam arti adik dan kakak secara biologis, baik itu saudara dari hasil pernikahan Yusuf dengan Maria ataupun dari hasil pernikahan Yusuf dengan wanita lain sebelumnya, pihak yang terakhir ini menyandarkan kata ‚saudara Isa. sebagai kata ganti ‚keponakan Isa. dalam bahasa Aram ataupun Yahudi[20].

Kitab suci al-Qur’an sendiri tidak pernah menyinggung tentang keberadaan saudara-saudara Isa al~Masih ataupun juga mengenai diri Yusuf situkang kayu, dan jika kita kembalikan lagi ini kepada cerita yang disampaikan oleh Protoevangelium Yakobus sebelumnya, maka kita bisa menemukan benang merah dibalik polemik tersebut, yaitu yang disebut sebagai saudara Isa tidak lain merupakan anak-anak Yusuf dari pernikahan sebelumnya (Ingat kalimat yang disampaikan Yusuf ketika dia diserahkan amanat untuk menjaga Maria oleh para Imam : "Aku telah memiliki beberapa anak…").

Dan karena Yusuf juga sebenarnya bukan merupakan suami ataupun tunangan dari Maria melainkan sekedar orang yang melindungi dan mengambil alih pengayomannya dari rumah peribadatan dibawah pengasuhan Zakaria, maka Allah tampaknya tidak merasa perlu mencantumkan namanya didalam kitab suci al-Qur’an, sama seperti al-Qur’an juga tidak mencatatkan nama maupun cerita tentang Abdul Mutthalib dan anaknya, Abu Thalib yang telah ikut merawat serta mengasuh Muhammad ketika masih kecil. Titik berat penceritaan al-Qur’an mengenai Maria hanyalah seputar kesucian dan keterhindarannya dari dosa dan perbuatan zinah sebagaimana yang berkembang dan bisa dibaca juga didalam kitab-kitab Injil kanonik.
 
Al-Qur'an menceritakan bahwa Maria (disitu disebut dengan nama Maryam, sesuai lidah Arab dimana Nabi Muhammad SAW diutus) merupakan puteri dari Imran yang merupakan salah satu keluarga yang terhormat dimasyarakatnya, sejak kecilnya Maria berada dibawah pengawasan Zakaria, adapun latar belakang pengambil alihan pengawasan Maria kepada Zakaria tidak lain karena menurut cerita al-Qur’an, ibu Maria pernah bernazar kepada Allah untuk mengabdikan puterinya tersebut terhadap Allah. Dan Zakaria sendiri adalah seorang yang hingga usia tuanya belum juga dikarunia seorang anak, baik itu putera maupun puteri[21]. Selama dalam pengawasan Zakaria itu, maka Maria tinggal dirumah peribadatan[22]. Seluruh cerita yang disampaikan oleh al-Qur’an ini selaras dengan cerita yang ada dalam Protoevangelium Yakobus.


13. James D. Tabor, Dinasti Yesus, alih bahasa James P, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007, hal. 110 dan 111
14. Istilah Tekton dalam bahasa Yunani menurut Tabor merujuk kepada seseorang yang membangun bangunan dengan bahan dasar kayu, tetapi dalam konteks Galilea abad I M kata ini lazim digunakan untuk seorang tukang batu
15. Nama lengkapnya Gaius Julius Caesar Octavianus, kaisar kerajaan Romawi yang berkuasa dari tahun 30 sebelum masehi sampai 14 sesudah masehi
16. Istilah Yunani yang digunakan pada manuskrip sumbernya adalah mnesteuo yang berarti secara resmi ditunangkan untuk dikawinkan kemudian. Didalam tradisi bangsa Yahudi, pertunangan adalah semacam pernikahan awal.
17. Injil Kanonik adalah empat kitab Injil yang diakui dan diterima secara sah oleh gereja dan umat Kristen sebagai kitab suci yang harus di-imani, masing-masing dari keempat Injil ini adalah Injil Matius, Injil Lukas, Injil Markus dan Injil Yohanes
18. Terakhir cerita tentang Yusuf didalam al-kitab ada pada Injil Lukas pasal 2 ayat 41 sampai 52 ketika beliau dan Maria dikisahkan membawa Isa yang sudah berusia dua belas tahun ke Yerusalem untuk menghadiri paskah
19. Misalnya seperti yang bisa dibaca di www.allaboutjesuschrist.org/joseph-the-father-of-jesus-faq.htm
20. Lihat www.answers.com/topic/blessed-virgin-mary
21. Tetapi akhirnya permintaan Zakaria perihal diberikan keturunan ini dikabulkan Allah dengan memberinya seorang putera dari istrinya dan selanjutnya diberi nama Yahya yang kelak dikemudian hari akan tumbuh besar menjadi salah seorang Nabi bagi Bani Israel.
22. Lihat al-Qur.an surah Ali Imron ayat 35 sampai 37 .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalil-dalil dan hukum mencukur jenggot/lihyah bagi laki-laki

Hadits ke-68 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

MEMPERSEMPIT PERBEDAAN ANTAR GOLONGAN